Jajaran Pengurus dan Manajemen KSP Kopdit Mekar Sai melakukan unjungan strategis ke kediaman Bapak Seno di Wilayah Sukadamai pada Sabtu (9/5). Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dengan para anggota yang bergerak di sektor perikanan dan pertanian, sekaligus menginisiasi langkah besar melalui pembentukan koperasi sektor riil.
Acara yang berlangsung mulai pukul 18.30 hingga 21.00 WIB ini dipandu oleh Bapak Dwi Prajarto. Pertemuan dihadiri oleh lima orang Pengurus dan enam orang jajaran Manajemen Kopdit Mekar Sai, serta Bapak Seno dan sejumlah pelaku usaha lokal.
Dalam sambutannya, Ketua Pengurus Andreas Muhi Pukai menyampaikan bahwa kehadiran tim Mekar Sai merupakan bukti nyata komitmen lembaga untuk selalu hadir mendukung usaha para anggota. Ia mengajak para pelaku usaha yang hadir untuk memulai langkah spin-off, yaitu mendirikan satu koperasi baru yang fokus pada sektor riil.
"Koperasi baru ini nantinya akan menjadi wadah khusus untuk mendukung dan mengembangkan unit-unit usaha yang telah bapak dan ibu rintis saat ini," ujar Andre.
Pada akhir sambutannya, Andre meminta Yohanses de Deo Widyastoko, Bendahara Pengurus sekaligus Sekretaris Inkopdit, yang memiliki banyak pengalaman mengelola Koperasi Sektor riil ketika menjabat sebagai Ketua Inkur (Induk Koperasi Usaha Rakyat), untuk memberikan penjelasan teknis terkait spin off dan koperasi sektor riil.
Menanggapi hal tersebut, Yohanes de Deo Widyastoko memaparkan konsep teknis terkait spin-off. Beliau menegaskan bahwa model ini mengedepankan kemandirian anggota dalam mendirikan badan hukum baru di sektor riil.
“Poin utamanya adalah anggota mendirikan koperasi baru di sektor riil, bukan koperasi yang membangun unit bisnis internal atau spin-in. Koperasi baru ini akan memiliki badan hukum sendiri dan bertugas memberikan dukungan modal, manajemen, hingga teknologi yang spesifik dibutuhkan oleh usaha perikanan dan pertanian milik anggota,” jelas Deo.
Dalam diskusi yang mengalir interaktif di bawah arahan moderator Bapak Dwi Prajarto, para anggota berkesempatan menyampaikan kondisi lapangan. Bapak Seno bersama rekan-rekan pelaku usaha lainnya mengungkapkan bahwa meski jaringan usaha dari hulu ke hilir sudah terbentuk, mereka masih terbentur masalah kekurangan modal untuk melakukan ekspansi.
Menanggapi kendala tersebut, Andreas Muhi Pukai kembali meneguhkan keyakinannya bahwa tantangan permodalan tersebut dapat teratasi secara efektif melalui wadah koperasi sektor riil yang akan dibentuk bersama. Koperasi ini dirancang untuk menjadi solusi terstruktur bagi kebutuhan finansial dan operasional usaha anggota.
Pertemuan penuh keakraban tersebut kemudian ditutup dengan sesi makan bersama sebagai bentuk syukur dan penguatan tali persaudaraan antar-anggota koperasi (Ias).