Logo

JAM BUKA

Senin - Jum'at, 08.00 - 16.00
Sabtu, 08.00 - 14.00

TELEPON

(0721) 259212 / 260750

Oleh: kopditmekarsai di Kegiatan

Kegiatan
Jajaran Pengurus dan Manajemen KSP Kopdit Mekar Sai melaksanakan kunjungan Unit ke wilayah Kota Bumi pada Minggu (10/5). Kegiatan yang berlangsung di kompleks kediaman Bapak Agus Sutarna, salah satu koordinator unit sekaligus Anggota Pengawas Kopdit Mekar Sai, ini dihadiri oleh 44 anggota dari wilayah Kota Bumi.

Kunjungan ini dihadiri langsung oleh Ketua Pengurus Andreas Muhi Pukai, Wakil Ketua Matias Sira Leter, Kepala Bagian Layanan Florensia Evindonta Bangun, dan staf pendukung operasional. Dari lima unit yang berada di wilayah Kota Bumi, yakni TK Xaverius, SD Xaverius, SMP Xaverius, SMP Slamet Riyadi, dan Wonogiri, perwakilan anggota dari empat unit tampak antusias mengikuti jalannya sosialisasi, sementara unit Wonogiri berhalangan hadir.
Dalam pemaparannya, Wakil Ketua Pengurus Matias Sira Leter menekankan kembali hasil Rapat Anggota Tahunan (RAT) terkait tanggung jawab bersama seluruh anggota terhadap perkembangan koperasi. “Tanggung jawab ditunjukkan dengan kedisiplinan membayar simpanan wajib dan berperpartisipasi aktif dalam usaha koperasi yakni menyimpan dan meminjam,” tandasnya. 
“Simpan dan pinjam di Kopdit Mekar Sai ibarat sepasang kaki. Jika anggota hanya menyimpan tanpa meminjam, atau sebaliknya, koperasi seperti berjalan dengan satu kaki. Kedisiplinan dalam membayar simpanan wajib, menabung, sekaligus memanfaatkan fasilitas pinjaman secara bertanggung jawab adalah kunci agar struktur keuangan kita menjadi efektif dan tumbuh seimbang,” tegas Matias.

Beliau juga menyoroti kondisi keuangan saat ini di mana Sisa Hasil Usaha (SHU) mengalami penurunan akibat struktur modal yang belum ideal. Solusi utamanya adalah peningkatan modal sendiri melalui simpanan wajib dan pemanfaatan pinjaman secara produktif agar biaya modal dapat teratasi. Selain itu, anggota diingatkan untuk disiplin mengangsur guna menekan angka Non-Performing Loan (NPL).
Senada dengan hal tersebut, Ketua Pengurus Andreas Muhi Pukai menegaskan pentingnya Simpanan Wajib. Ia menganalogikan simpanan wajib dengan fondasi rumah. “Ibarat rumah, fondasi harus kuat. Jika yang dibuat bagus hanya bagian dinding dan atap, fondasi rapuh, tinggal menunggu waktu untuk ambruk. Demikian pun koperasi. Simpanan wajib merupakan fondasi. Kita harus meningkatkan simpanan wajib,” tegasnya. 
Andre menegaskan Simpanan Wajib bukan sekadar kewajiban bulanan, melainkan investasi strategis anggota dalam bentuk saham.
“Ketika modal lembaga kita kuat dan mencapai angka ideal melalui kedisiplinan Simpanan Wajib, maka secara otomatis bunga pinjaman dapat diturunkan. Inilah kekuatan kemandirian kita. Selain itu, Simpanan Wajib adalah variabel utama dalam perhitungan dividen atau balas jasa simpanan bagi anggota,” jelas Andreas.

Pertemuan yang berlangsung hangat ini diakhiri pada pukul 13.30 WIB. Sebagai bentuk apresiasi atas kehadiran dan partisipasi aktif para anggota, panitia membagikan berbagai door prize di akhir acara yang menambah keceriaan suasana.
Melalui kunjungan ini, diharapkan anggota di wilayah Kota Bumi semakin menyadari peran vital mereka bukan hanya sebagai pengguna jasa, tetapi sebagai pemilik yang bertanggung jawab atas keberlanjutan dan kesehatan finansial KSP Kopdit Mekar Sai. (Ias)